Manajemen Resiko merupakan salah satu tahapan dalam Pengendalian Intern. Penerapan Manajemen Resiko berpijak pada konsep SPIP yang telah dilaksanakan dan terintegrasi dengan strategi manajemen sebagaimana diatur dalam Pasal 14 ayat (3) huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008. Dalam konsep Pengendalian Intern Pemerintah, SPIP berada pada level first line defense sedangkan Manajemen Risiko berada pada level second line defense yang mengelola Resiko lintas internkementerian, serta Inspektorat Jenderal selaku aparat pengawas intern kementerian bertindak sebagai third line defense.

Manajemen Resiko adalah proses yang proaktif dan berkesinambungan
meliputiidentifikasi, analisis, pengendalian, pemantauan, dan pelaporan Resiko termasuk berbagai strategi yang dijalankan untuk mengelola Risiko dan potensinya.

Faktor yang menentukan keberhasilan penerapan Manajemen Resiko meliputi:
 

  1. Komitmen pimpinan terhadap kebijakan, proses, dan rencana tindakan;
  1. Pihak yang ditetapkan untuk secara langsung bertanggung jawab guna
    mengoordinasikan proses Manajemen Resiko;
  1. Kesadaran setiap pejabat dan/atau pegawai di lingkungan Kementerian terhadap prinsip-prinsip Manajemen Resiko untuk menciptakan kultur/budaya yang tepat dan memahami manfaat yang dapat diperoleh dari Manajemen Resiko yang efektif;
  1. Kebijakan Manajemen Resiko yang merinci peranan dan tanggung jawab dari unsur pimpinan dan staf pada setiap unit kerja;
  1. Metodologi Manajemen Resiko yang menyeluruh;
  1. Pelatihan tentang Manajemen Resiko untuk tujuan kepedulian Resiko bagi seluruh pejabat dan/atau pegawai;
  1. Pemantauan yang terus menerus mengenai aktivitas pengendalian Resiko;

 

Dokumen Manajemen Resiko dan Monitoring dan Evaluasi tahun 2022

Dokumen Terlampir